==============================================
PENGUMUMAN !!! HARUS DIBACA!!!
==============================================

KARENA BANYAKNYA PESANAN MAKA UNTUK MEMPERLANCAR PROSES PEMBUATAN DIHARAP BAGI PEMESAN DAPAT MENGIRIMKAN CONTOH DAFTAR ISI, KARENA SISTEMATIKA PENULISAN MASING-MASING KAMPUS BIASANYA MEMILIKI PERBEDAAN.

BAGI PEMESAN KTI YANG SEKALIGUS MEMESAN BUKU REFERENSI DIHARAPKAN DAPAT MENGIRIMKAN ALAMAT YANG JELAS AGAR PROSES PENGIRIMAN BUKU TIDAK MENGALAMI HAMBATAN

BAGI MAHASISWA YANG MEMINTA BANTUAN PENGOLAHAN DATA HASIL PENELITIAN, MAKA DIHARAPKAN DAPAT MENGISI TABEL PENGOLAHAN DATA YANG KAMI SEDIAKAN DENGAN BENAR SEHINGGA PROSES UJI STATISTIK TIDAK MENGALAMI ERROR.

=====================================
PESAN KAMI... PENTING UNTUK DIBACA!!!
=====================================
IKUTILAH PETUNJUK/SARAN PEMBIMBING, JIKA TERJADI REVISI BERUSAHALAH SENDIRI SEMAMPUNYA, JIKA MASIH BINGUNG HUBUNGI KAMI.

LAKUKANLAH PENELITIAN DENGAN JUJUR, JANGAN MENGARANG HASIL PENELITIAN. JIKA MEMANG KESULITAN DALAM PENGOLAHAN DATA MAKA SILAHKAN HUBUNGI KAMI KARENA KAMI JUGA MELAYANI JASA PENGOLAHAN DATA.

KARENA ADA BEBERAPA PEMESAN KTI YANG BINGUNG DALAM PROSES PEMBAYARAN (PORSES TRANFER) MAKA SILAHKAN KLIK DI SINI UNTUK MENGETAHUI PANDUAN/CARA TRANFER.


====================================================

JUDUL KTI KEBIDANAN TERBARU!!!!

Senin, 01 Juni 2009

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU MENYUSUI YANG MENGALAMI PUTTING SUSU LECET PADA SAAT AWAL LAKTASI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU MENYUSUI YANG MENGALAMI PUTTING SUSU LECET PADA SAAT AWAL LAKTASI (ANALISIS KUALITATIF)

Salah satu tujuan pembangunan nasional adalah membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas agar mereka dapat melanjutkan perjuangan pembangunan nasional untuk menuju masyarakat sejahtera, adil, dan makmur. Setiap ibu menghasilkan air susu, yang kita sebut air susu ibu (ASI) sebagai makanan alami yang disediakan untuk bayi. Pemberian ASI eksklusif proses menyusui yang benar merupakan sarana yang dapat diandalkan untuk membangun SDM yang berkualitas. Seperti kita ketahui, ASI adalah makanan satu-satunya yang paling sempurna untuk menjamin tumbuh kembang bayi pada 6 bulan pertama. Selain itu dalam proses menyusui yang benar, bayi akan mendapatkan perkembangan jasmani, emosi, maupun spiritual yang baik dalam kehidupannya. Selama ini, masih banyak ibu-ibu yang mengalami kesulitan untuk menyusui bayinya. Hal ini disebabkan kemampuan bayi untuk menghisap ASI kurang sempurna sehingga secara keseluruhan proses menyusu terganggu. Keadaan ini ternyata disebabkan terganggunya proses alami dari bayi untuk menyusu sejak dilahirkan (Roesli, 2008: 1).

Menyusui adalah proses alami manusia tetapi tidak sederhana seperti yang di bayangkan khalayak umum.Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan ini. Agar menyusui berhasil, setiap ibu harus percaya dapat melakukannya dengan didukung petunjuk pengetahuan dan manajemen praktek menyusui yang benar dan tepat. Persiapan dini sejak masa kehamilan hingga menyusui sangat membantu kelancaran proses menyusui secara keseluruhan. Penggunaan ASI telah dideklarasikan sebagai gerakan nasional yang merupakan upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak.Untuk mencapai keberhasilan gerakan nasional perlu didukung oleh peran serta seluruh anggota masyarakat para ibu sebagai pelopor peningkatan kualitas sumberdaya Indonesia. Praktek menyusui yang baik dan benar setiap ibu perlu mempelajarinya.bukan pada ibu yang pertama kali hamil dan melahirkan tetapi juga ibu - ibu yang melahirkan anak yang ke 2 dan seterusnya. peranan petugas kesehatan sangat penting dalam melindungi,meningkatkan, dan mendukung usaha menyusui baik sebelum, selama maupun setelah kehamilan dan persalinan. Petugas kesehatan harus mampu memotivasi , memberikan bimbingan dan penyuluhan manajemen menyusui dikalangan ibu. Dukungan tenaga kesehatan ini akan sangat menentukan suksesnya kampaye ASI disamping dukungan keluarga dan lingkungan. Dengan mengikuti dan mempelajari pengetahuan mengenai menyusui atau laktasi diharapkan setiap ibu hamil, bersalin dan menyusui dapat memberikan ASI secara optimal sehingga bayi dapat tumbuh kembang normal sebagai calon sumberdaya manusia yang berkualitas (http://kuliahbidan.wordpress.com, 2009).

Jumlah ibu menyusui di AS kini kian meningkat. Bahkan mencapai rekor
tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Sebanyak 3 dari 4 ibu di AS kini menyusui bayi mereka. Demikian hasil laporan badan pemerintah AS, Centers for Disease
Control and Prevention (CDC). Laporan terbaru ini didasarkan pada survei federal komprehensif yang melibatkan wawancara langsung dan juga pemeriksaan medis. Temuan ini berdasarkan informasi untuk 434 bayi dari tahun 2005 dan 2006. (http://health.dir.groups.yahoo.com, 2009)
Pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif dapat menyelamatkan lebih dari 30 ribu balita di Indonesia. Dalam siaran pers yang dikirim UNICEF, jumlah bayi di Indonesia yang mendapatkan ASI eksklusif terus menurun. Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) dari 1997 hingga 2002, jumlah bayi usia enam bulan yang mendapatkan ASI eksklusif menurun dari 7,9% menjadi 7,8%.
Sementara itu, hasil SDKI 2007 menunjukkan penurunan jumlah bayi yang mendapatkan ASI eksklusif hingga 7,2%. Pada saat yang sama, jumlah bayi di bawah enam bulan yang diberi susu formula meningkat dari 16,7% pada 2002 menjadi 27,9% pada 2007. UNICEF menyimpulkan, cakupan ASI eksklusif enam bulan di Indonesia masih jauh dari rata-rata dunia, yaitu 38%.

Dari survei yang dilaksanakan pada tahun 2007 oleh Nutrition & Health Surveillance System (NSS) yang berkerjasama dengan Balitbangkes dan Helen Keller International di 4 perkotaan (Jakarta, Surabaya, Semarang, Makasar) dan 8 perdesaan (Sumbar, Lampung, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, NTB, Sulsel), menunjukan bahwa cakupan ASI eksklusif 4-5 bulan di perkotaan antara 4%-12%, sedangkan dipedesaan 4%-25%. Pencapaian ASI eksklusif 5-6 bulan di perkotaan berkisar antara hanya 1%-13% sedangkan di pedesaan 2%-13%. Permasalahan yang utama rendahnya angka cakupan ASI ini adalah karena faktor sosial budaya, kesadaran akan pentingnya ASI, pelayanan kesehatan dan petugas kesehatan yang belum sepenuhnya mendukung serta gencarnya promosi susu (http://dinkesjatengprov.go.id, 2009).

Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2003, cakupan ASI di Propinsi Lampung adalah 42,83% sedangkan target yang ada sebesar 72% cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Lampung Selatan adalah 53,49% yaitu sebanyak 12.203 dari 21.724 bayi yang ada. Di Wilayah Desa Sumber Sari cakupan ASI eksklusif 47% dari bayi yang ada yaitu 99 bayi (Dinkes Lamsel, 2008).
Selain permasalahan masih rendahnya cakupan ASI saat ini, permasalahan lain yang dihadapi adalah masalah payudara yang bisa mengganggu kelancaran pemberian ASI seperti yang dijelaskan dr. Hj. Hasnah Siregar, SpOG dari RSAB Harapan Kita Jakarta, masalah-masalah tersebut seperti putting susu rata, putting susu lecet, saluran tersumbat, payudara bengkak, mastitis atau infeksi payudara, dan abses payudara.

Masalah yang paling sering terjadi pada ibu yang menyusui adalah puting susu yang lecet. Keadaan ini biasanya terjadi karena posisi bayi yang salah saat disusui. Bayi hanya menghisap pada puting karena sebagian besar areola tidak masuk ke dalam mulut bayi. Hal ini juga dapat terjadi pada akhir menyusui bila cara melepaskan hisapan bayi tidak benar. Dapat juga terjadi bila sering membersihkan puting dengan alkohol atau sabun. (http://www.kesehatan-anak.com, 2009). Menurut Prawirohardjo (2007) masalah-masalah dalam proses menyusui dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain tingkat pendidikan, usia, informasi tentang perawatan payudara, dukungan keluarga, ekonomi, dan paritas ibu.

1 komentar:

penebusdosa81 mengatakan...

ayamku mana

Poskan Komentar

RUANG KERJA

RUANG KERJA
Kerja Lembur Yang Melelahkan