==============================================
PENGUMUMAN !!! HARUS DIBACA!!!
==============================================

KARENA BANYAKNYA PESANAN MAKA UNTUK MEMPERLANCAR PROSES PEMBUATAN DIHARAP BAGI PEMESAN DAPAT MENGIRIMKAN CONTOH DAFTAR ISI, KARENA SISTEMATIKA PENULISAN MASING-MASING KAMPUS BIASANYA MEMILIKI PERBEDAAN.

BAGI PEMESAN KTI YANG SEKALIGUS MEMESAN BUKU REFERENSI DIHARAPKAN DAPAT MENGIRIMKAN ALAMAT YANG JELAS AGAR PROSES PENGIRIMAN BUKU TIDAK MENGALAMI HAMBATAN

BAGI MAHASISWA YANG MEMINTA BANTUAN PENGOLAHAN DATA HASIL PENELITIAN, MAKA DIHARAPKAN DAPAT MENGISI TABEL PENGOLAHAN DATA YANG KAMI SEDIAKAN DENGAN BENAR SEHINGGA PROSES UJI STATISTIK TIDAK MENGALAMI ERROR.

=====================================
PESAN KAMI... PENTING UNTUK DIBACA!!!
=====================================
IKUTILAH PETUNJUK/SARAN PEMBIMBING, JIKA TERJADI REVISI BERUSAHALAH SENDIRI SEMAMPUNYA, JIKA MASIH BINGUNG HUBUNGI KAMI.

LAKUKANLAH PENELITIAN DENGAN JUJUR, JANGAN MENGARANG HASIL PENELITIAN. JIKA MEMANG KESULITAN DALAM PENGOLAHAN DATA MAKA SILAHKAN HUBUNGI KAMI KARENA KAMI JUGA MELAYANI JASA PENGOLAHAN DATA.

KARENA ADA BEBERAPA PEMESAN KTI YANG BINGUNG DALAM PROSES PEMBAYARAN (PORSES TRANFER) MAKA SILAHKAN KLIK DI SINI UNTUK MENGETAHUI PANDUAN/CARA TRANFER.


====================================================

JUDUL KTI KEBIDANAN TERBARU!!!!

Selasa, 24 Maret 2009

DIARE

Menurut catatan WHO (World Health Organization), diare membunuh 2 juta anak di dunia setiap tahun. Di Inggris, satu dari lima orang menderita diare infeksi setiap tahunnya, dan satu dari enam orang pasien yang berobat ke praktek umum menderita diare infeksi. Tingginya kejadian diare di negara barat oleh karena foodborne infections dan waterborne infections yang disebabkan bakteri salmonella spp, Campylobacter jejuni, Stafhilococcus aureus, Bacillus cereus, Clostridium perfringens dan Enterohemorrhagic Escherichia coli (EHEC). Diare infeksi di negara berkembang, menyebabkan kematian, sekitar 3 juta penduduk setiap tahun. Di Afrika anak terserang infeksi diare 7 kali setiap tahunnya dibanding di negara berkembang lainnya mengalami serangan diare 3 kali setiap tahun.

Angka kejadian diare, penyakit yang ditandai perubahan konsistensi tinja dan peningkatan frekuensi berak, di sebagian besar wilayah Indonesia hingga saat ini masih tinggi. Kepala Subdit Diare dan Kecacingan Departemen Kesehatan I Wayan Widaya di Jakarta, menerangkan angka kejadian diare Indonesia menurut survei morbiditas yang dilakukan Departemen Kesehatan tahun 2003 berkisar antara 200-374 per 1000 penduduk.

Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2004 angka kematian akibat diare 23 per 100 ribu penduduk dan pada balita 75 per 100 ribu balita. Selama 2006, sebanyak 41 Kabupaten di 16 provinsi melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) diare di wilayahnya. Jumlah kasus diare yang dilaporkan, sebanyak 10.980 dan 277 diantaranya menyebabkan kematian (Case Fatality Rate/CFR=2,5 persen).

Penelitian terdahulu mengenai penyebab gastroenteritis akut menyatakan bahwa sebanyak 20% sampai 30% adalah bakteri. Namun, setelah dua dekade ini teknik yang diperbaharui untuk mendeteksi virus penyebab dan Antigen virus ditinja (pengembangan virus menular dalam biakan jaringan, mikroskop electron (Elisa) dan pemeriksaan penggumpalan lateks) telah memperluas pengertian tentang agen virus penyebab gastroenteristis akut pada masa bayi dan anak.
(Rudolph, 2006: 719).

Penyakit diare hingga kini masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Diperkirakan angka kesakitan berkisar diantara 150-430 perseribu penduduk setahunnya. Dengan upaya yang sekarang telah dilaksanakan, angka kematian di rumah sakit dapat ditemukan menjadi kurang dari 3%.
(Rusepno H. et al., 2005: 283)


0 komentar:

Poskan Komentar

RUANG KERJA

RUANG KERJA
Kerja Lembur Yang Melelahkan