==============================================
PENGUMUMAN !!! HARUS DIBACA!!!
==============================================

KARENA BANYAKNYA PESANAN MAKA UNTUK MEMPERLANCAR PROSES PEMBUATAN DIHARAP BAGI PEMESAN DAPAT MENGIRIMKAN CONTOH DAFTAR ISI, KARENA SISTEMATIKA PENULISAN MASING-MASING KAMPUS BIASANYA MEMILIKI PERBEDAAN.

BAGI PEMESAN KTI YANG SEKALIGUS MEMESAN BUKU REFERENSI DIHARAPKAN DAPAT MENGIRIMKAN ALAMAT YANG JELAS AGAR PROSES PENGIRIMAN BUKU TIDAK MENGALAMI HAMBATAN

BAGI MAHASISWA YANG MEMINTA BANTUAN PENGOLAHAN DATA HASIL PENELITIAN, MAKA DIHARAPKAN DAPAT MENGISI TABEL PENGOLAHAN DATA YANG KAMI SEDIAKAN DENGAN BENAR SEHINGGA PROSES UJI STATISTIK TIDAK MENGALAMI ERROR.

=====================================
PESAN KAMI... PENTING UNTUK DIBACA!!!
=====================================
IKUTILAH PETUNJUK/SARAN PEMBIMBING, JIKA TERJADI REVISI BERUSAHALAH SENDIRI SEMAMPUNYA, JIKA MASIH BINGUNG HUBUNGI KAMI.

LAKUKANLAH PENELITIAN DENGAN JUJUR, JANGAN MENGARANG HASIL PENELITIAN. JIKA MEMANG KESULITAN DALAM PENGOLAHAN DATA MAKA SILAHKAN HUBUNGI KAMI KARENA KAMI JUGA MELAYANI JASA PENGOLAHAN DATA.

KARENA ADA BEBERAPA PEMESAN KTI YANG BINGUNG DALAM PROSES PEMBAYARAN (PORSES TRANFER) MAKA SILAHKAN KLIK DI SINI UNTUK MENGETAHUI PANDUAN/CARA TRANFER.


====================================================

JUDUL KTI KEBIDANAN TERBARU!!!!

Selasa, 24 Maret 2009

Halusinasi

Hidup sehat dan memperoleh derajat kesehatan yang optimal itu merupakan hak setiap orang di republik ini, termasuk masalah kesehatan jiwa. Dalam UU No.23 tahun 1992 tentang kesehatan, pasal (4) disebutkan setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal.

Makna kesehatan itu sendiri diartikan sebagai keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Jadi, betapa indahnya kondisi hidup sehat itu.
Menurut Aris Sudiyanto, ciri utama kesehatan jiwa seseorang, adalah ada keserasian antara pikiran, perasaan, perilaku, dapat mandiri, bertanggung jawab, bersikap matang, serta dapat merasakan kebahagiaan dalam sebagian besar kehidupannya. Kalau salah satu dari ciri utama itu terganggu, berarti kesehatan jiwa seorang individu bisa dikatakan terganggu.

Apabila fungsi kejiwaan seseorang itu terganggu, maka ia dapat mempengaruhi bermacam-macam fungsi seperti pada ingatan, orientasi, psikomotor, proses berpikir, persepsi, intelegensi, pada kepribadian, dan lainnya. Oleh sebab itu, menurut WHO, jika 10 persen dari populasi mengalami masalah kesehatan jiwa maka harus mendapat perhatian karena termasuk rawan kesehatan jiwa. Sejalan dengan paradigma sehat yang dicanangkan Departemen Kesehatan yang lebih menekankan upaya proaktif, melakukan pencegahan daripada menunggu di rumah sakit- kini orientasi upaya kesehatan jiwa lebih pada pencegahan (preventif) dan promotif. Upaya itu melibatkan banyak profesi, selain psikiater/dokter juga perawat, psikolog, sosiolog, antropolog, guru, ulama, jurnalis, dan lainnya.

Menurut Irmansyah, salah seorang psikiater dari Universitas Indonesia, gejala seseorang yang menderita masalah kejiwaan sebenarnya bisa diketahui sejak dini. Dengan demikian, pengobatannya juga dapat diupayakan dengan segera. Namun, hingga kini data nasional untuk mengetahui jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia tidak diketahui secara pasti. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) hingga Oktober tahun 2007 mencatat jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia mencapai 26 juta orang

Pada tahun 2008 data sepuluh besar angka kesakitan rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Propinsi Lampung bulan Juli tahun 2008 terhadap 351 pasien dan untuk rawat inap terdapat 189 (53,84%) pasien yang mengalami skizofrenia. Sedangkan di ruang Kutilang pada bulan Juli tahun 2008 terdapat 32 pasien rawat inap diantaranya Halusinasi 22 (68,75%), Isolasi sosial 6 (18,75%), Harga diri rendah 2 (6,25%), Resiko bunuh diri 1 (3,125%), dan Waham 1 (3,125%).

Pengertian halusinasi menurut teori:
Halusinasi adalah perubahan sensori persepsi pendengaran atau penglihatan adalah sesuatu dimana keadaan seseorang mengalami dalam jumlah dan pola dari stimulus yang mendekat (yang diprakarsai secara internal atau eksternal) disertai dengan suatu pengurangan, berlebih-lebihan, destresi, atau kelainan berespon terhadap stimulus.


0 komentar:

Poskan Komentar

RUANG KERJA

RUANG KERJA
Kerja Lembur Yang Melelahkan