==============================================
PENGUMUMAN !!! HARUS DIBACA!!!
==============================================

KARENA BANYAKNYA PESANAN MAKA UNTUK MEMPERLANCAR PROSES PEMBUATAN DIHARAP BAGI PEMESAN DAPAT MENGIRIMKAN CONTOH DAFTAR ISI, KARENA SISTEMATIKA PENULISAN MASING-MASING KAMPUS BIASANYA MEMILIKI PERBEDAAN.

BAGI PEMESAN KTI YANG SEKALIGUS MEMESAN BUKU REFERENSI DIHARAPKAN DAPAT MENGIRIMKAN ALAMAT YANG JELAS AGAR PROSES PENGIRIMAN BUKU TIDAK MENGALAMI HAMBATAN

BAGI MAHASISWA YANG MEMINTA BANTUAN PENGOLAHAN DATA HASIL PENELITIAN, MAKA DIHARAPKAN DAPAT MENGISI TABEL PENGOLAHAN DATA YANG KAMI SEDIAKAN DENGAN BENAR SEHINGGA PROSES UJI STATISTIK TIDAK MENGALAMI ERROR.

=====================================
PESAN KAMI... PENTING UNTUK DIBACA!!!
=====================================
IKUTILAH PETUNJUK/SARAN PEMBIMBING, JIKA TERJADI REVISI BERUSAHALAH SENDIRI SEMAMPUNYA, JIKA MASIH BINGUNG HUBUNGI KAMI.

LAKUKANLAH PENELITIAN DENGAN JUJUR, JANGAN MENGARANG HASIL PENELITIAN. JIKA MEMANG KESULITAN DALAM PENGOLAHAN DATA MAKA SILAHKAN HUBUNGI KAMI KARENA KAMI JUGA MELAYANI JASA PENGOLAHAN DATA.

KARENA ADA BEBERAPA PEMESAN KTI YANG BINGUNG DALAM PROSES PEMBAYARAN (PORSES TRANFER) MAKA SILAHKAN KLIK DI SINI UNTUK MENGETAHUI PANDUAN/CARA TRANFER.


====================================================

JUDUL KTI KEBIDANAN TERBARU!!!!

Minggu, 05 April 2009

CONTOH PENELITIAN DENGAN ANALISIS KUALITATIF

FAKTOR PENYEBAB SUAMI MEMILIH ALAT KONTRASEPSI KONDOM DAN TIDAK MEMILIH ALAT KONTRASEPSI KONDOM (ANALISIS KUALITATIF)
Oleh: Arief (Embah Budie). Untuk Lebih Mendetail Hub: ebd_osama@yahoo.com


PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan penduduk saat ini terus mengalami peningkatan yang begitu pesat. Pada zaman batu jumlah penduduk dunia ditaksir tidak lebih dari 10 juta. Pada awal tahun Masehi jumlah manusia sekitar 200-300 juta orang, sedang pada tahun 1650 jumlah penduduk dunia menjadi 500 juta orang. Hal ini berarti pelipatan 50 kali dalam waktu 80-100 abad sesudah zaman batu. Namun ini belum seberapa jika dibandingkan dengan peledakan penduduk yang terjadi kemudian. Pada 1830 jumlah penduduk telah meningkat menjadi 1 milyar orang. Seratur tahun kemudian, pada 1830, sudah meningkat menjadi 1 milyar orang. Seratur tahun kemudian, pada tahun 1930, sudah menjadi 2 milyar orang. Pada tahun 1975 berlipat dua kali menjadi 4 milyar orang. Tahun 1989 penduduk dunia telah mencapai 5,2 milyar. Kemudian setiap tahunnya meningkat dengan lebih dari 90 juta. Pada akhir abad ini jumlah penduduk dunia diperkirakan akan menjadi 6,25 milyar. Pada tahun 2025 diperkirakan akan bertambah sebesar 2 milyar atau menjadi 8,5 milyar. Selanjutnya seabad dari sekarang penduduk dunia baru akan berhenti tumbuh pada angka 10 milyar (Wiknjosastro, dkk. 2005: 900).

Di Indonesia berdasarkan hasil akhir Sensus Penduduk tahun 2000 yang baru saja diumumkan oleh pemerintah, Prof. Dr. Haryono Suyono, seorang Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan (dalam http://www.haryono.com, 2008) mengungkapkan dari hasil pengumuman sensus itu jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 adalah 206,3 juta jiwa. Pengumuman itu sekaligus juga menjelaskan bahwa penduduk Indonesia makin mendekati penduduk negara maju karena angka jumlah penduduk di daerah perkotaan telah naik menjadi sekitar 45 persen dan angka pertumbuhan penduduk rata-rata selama sepuluh tahun terakhir adalah sekitar 14,9 persen.
Jumlah penduduk Provinsi Lampung pada tahun 2000 sebanyak 6.649.181 jiwa, tahun 2001 sebanyak 6.780.260 jiwa, tahun 2002 sebanyak 6.787.655 jiwa, tahun 2003 sebanyak 6.852.998 jiwa dan pada tahun 2004 menjadi 6.983.700 jiwa. Pertumbuhan penduduk pada periode 2000-2004 rata-rata sebesar 0,99 %. Pada tahun 2007 penduduk Provinsi Lampung diprediksi menjadi 6.996.700 jiwa. Untuk wilayah Kota Metro berdasarkan pendataan terakhir yang dilakukan Disnakersos pada tahun 2006 lalu, jumlah penduduk di Kota Metro sebanyak 152 ribu jiwa.
Dari peningkatan jumlah penduduk yang cukup pesat seperti yang telah diuraikan di atas, maka pemerintah Indonesia khususnya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas program Keluarga Berencana. Program Keluarga Berencana selama lebih dari 30 tahun, telah berhasil menurunkan tingkat fertilitas 5,2 pada tahun 1975 menjadi hanya 2.6 per tahun 2002/2003. Apabila dianalis lebih mendalam, ternyata keberhasilan tersebut belum merata. Tingkat fertilitas pada keluarga miskin ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan keluarga yang tingkat ekonominya lebih tinggi, berturut-turut tingkat fertilitas tersebut adalah 3.0 dan 2.2.
Faktor tersebut menjadi salah satu dasar dari kebijakan program KB yang lebih memfokuskan pelayanan KB kepada keluarga miskin. Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin akan pelayanan KB, adalah dengan cara memperluas akses pelayanan baik melalui jaringan pelayanan yang dipunyai pemerintah, maupun jaringan pelayanan swasta. Kebijakan tersebut dijabarkan antara lain kesepakatan bersama antara BKKBN dengan Muslimat Nahdatul Ulama (tahun 2004), Ikatan Bidan Indonesia (tahun 2004), Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat Muhammadyah/Aisiyah (tahun 2004), Kepolisian Negara Republik Indonesia (tahun 2004), dan Tentara Nasional Indonesia (tahun 2004).
Tahun-tahun belakangan ini, banyak program-program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi tertarik kepada topik laki-laki. Partisipasi Pria Dalam KB Merupakan Manifestasi Kesetaraan Gender Ketidaksetaraan gender dalam bidang KB dan Kesehatan Reproduksi sangat berpengaruh pada keberhasilan program. Sebagian besar masyarakat dan provider serta penentu kebijakan masih mengganggap bahwa penggunaan kontrasepsi adalah urusan perempuan. Oleh karena itu, peserta KB pria di Indonesia masih sangat rendah yaitu masih di bawah 2 persen. Meskipun rendahnya pengguna kontrasepsi berkaitan dengan pula dengan keterbatasan teknik kontrasepsi yang tersedia bagi pria, angka ini menunjukkan bahwa kepedulian pria terhadap keluarga berencana masih rendah. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2004-2009 salah satu indikator keberhasilan BKKBN adalah tercapainya kesertaan KB pria sebesar 4,5 persen pada tahun 2009.

HUBUNGI PENYUSUN DI NOMOR YANG TERTERA DI ATAS

7 komentar:

tips trik blog mengatakan...

infonya sgt bermanfaat,,,,,,,,,

all my life mengatakan...

seep bos

Anonim mengatakan...

bagus bener nih contohnya... :) bisa dipakai beneran. Harusnya seperti ini contoh penelitian. mantap and transparan. Asli

Anonim mengatakan...

Bener2 manthabp ... :D

Anonim mengatakan...

mas bantu q c... Q py judul gni;"hubungan paritas terhadap pemberian kolostrum pada ibu nifas hari pertama" Q bingung...bantu q,please???

berita-lampung mengatakan...

wah makasih atas infonya maju terus

Anonim mengatakan...

web asu...ngaget2i...

Poskan Komentar

RUANG KERJA

RUANG KERJA
Kerja Lembur Yang Melelahkan