==============================================
PENGUMUMAN !!! HARUS DIBACA!!!
==============================================

KARENA BANYAKNYA PESANAN MAKA UNTUK MEMPERLANCAR PROSES PEMBUATAN DIHARAP BAGI PEMESAN DAPAT MENGIRIMKAN CONTOH DAFTAR ISI, KARENA SISTEMATIKA PENULISAN MASING-MASING KAMPUS BIASANYA MEMILIKI PERBEDAAN.

BAGI PEMESAN KTI YANG SEKALIGUS MEMESAN BUKU REFERENSI DIHARAPKAN DAPAT MENGIRIMKAN ALAMAT YANG JELAS AGAR PROSES PENGIRIMAN BUKU TIDAK MENGALAMI HAMBATAN

BAGI MAHASISWA YANG MEMINTA BANTUAN PENGOLAHAN DATA HASIL PENELITIAN, MAKA DIHARAPKAN DAPAT MENGISI TABEL PENGOLAHAN DATA YANG KAMI SEDIAKAN DENGAN BENAR SEHINGGA PROSES UJI STATISTIK TIDAK MENGALAMI ERROR.

=====================================
PESAN KAMI... PENTING UNTUK DIBACA!!!
=====================================
IKUTILAH PETUNJUK/SARAN PEMBIMBING, JIKA TERJADI REVISI BERUSAHALAH SENDIRI SEMAMPUNYA, JIKA MASIH BINGUNG HUBUNGI KAMI.

LAKUKANLAH PENELITIAN DENGAN JUJUR, JANGAN MENGARANG HASIL PENELITIAN. JIKA MEMANG KESULITAN DALAM PENGOLAHAN DATA MAKA SILAHKAN HUBUNGI KAMI KARENA KAMI JUGA MELAYANI JASA PENGOLAHAN DATA.

KARENA ADA BEBERAPA PEMESAN KTI YANG BINGUNG DALAM PROSES PEMBAYARAN (PORSES TRANFER) MAKA SILAHKAN KLIK DI SINI UNTUK MENGETAHUI PANDUAN/CARA TRANFER.


====================================================

JUDUL KTI KEBIDANAN TERBARU!!!!

Selasa, 24 Maret 2009

SEROSIS HEPATIS

Serosis hepatis adalah penyakit hati menahun yang mengenai seluruh organ hati, ditandai dengan pembentukan jaringan ikat disertai nodul.

Penyakit hati yang kronis, termasuk serosis hepatis, berada pada urutan 9 sebagai penyakit yang paling sering menyebabkan kematian di Amerika Serikat kurang lebih 46% dari kematian tersebut berkaitan dengan konsumsi alkohol. Angka penyakit hati kronis untuk laki-laki adalah dua kali lipat lebih tinggi dari pada untuk wanita, penyakit hati kronis lebih sering dijumpai pada populasi Afro-Amerika dari pada kulit putih. (Smeltzer, 2001: 1153).
Angka kasus penyakit hati menahun di Indonesia sangat tinggi, jika tidak segera diobati, penyakit itu dapat berkembang menjadi serosis atau kanker hati. Untuk mengatasi hal itu, cangkok hati diperlukan agar penderita bisa hidup lebih lama dengan kualitas hidup yang baik dan dapat beraktivitas seperti semula tanpa ada batasan.
Menurut Prof. Ali Sukiman ahli hati, sekitar 20 juta penduduk Indonesia terserang penyakit hati menahun. Angka ini merupakan perhitungan dari prevalensi penderita dengan infeksi hepatitis B di Indonesia yang berkisar 5-10 % dan hepatitis C sekitar 2-3 %. Dalam perjalanan penyakitnya, 20-40% dari jumlah penderita penyakit hati menahun itu akan menjadi serosis hati dalam waktu sekitar 15 tahun tergantung sudah berapa lama seseorang menderita hepatitis menahun itu. (http://kompas.com).
Ini berarti sejumlah 4-8 juta pengidap virus itu akan jadi serosis hati. Tahapannya ada dua, tahap pertama adalah serosis hati awal atau disebut sebagai serosis hati yang belum terdapat komplikasi. Jika tidak melaksanakan pengobatan dan dibiarkan tidak terobati karena lalai atau tidak tahu, maka dalam beberapa waktu penderita yang semua tidak timbul komplikasi akan masuk dalam tahap serosis dengan komplikasi.

Proses perjalanan ke arah komplikasi ini bisa 5 tahun atau lebih tergantung beberapa faktor seperti gender, usia, penggunaan alkohol dan adanya penyakit penyerta. Komplikasi yang bisa terjadi diantaranya adanya cairan dalam rongga perut, kuning dan kanker hati. Jika telah muncul komplikasi, maka penderita itu sudah merupakan indikasi untuk cangkok hati.


0 komentar:

Poskan Komentar

RUANG KERJA

RUANG KERJA
Kerja Lembur Yang Melelahkan