==============================================
PENGUMUMAN !!! HARUS DIBACA!!!
==============================================

KARENA BANYAKNYA PESANAN MAKA UNTUK MEMPERLANCAR PROSES PEMBUATAN DIHARAP BAGI PEMESAN DAPAT MENGIRIMKAN CONTOH DAFTAR ISI, KARENA SISTEMATIKA PENULISAN MASING-MASING KAMPUS BIASANYA MEMILIKI PERBEDAAN.

BAGI PEMESAN KTI YANG SEKALIGUS MEMESAN BUKU REFERENSI DIHARAPKAN DAPAT MENGIRIMKAN ALAMAT YANG JELAS AGAR PROSES PENGIRIMAN BUKU TIDAK MENGALAMI HAMBATAN

BAGI MAHASISWA YANG MEMINTA BANTUAN PENGOLAHAN DATA HASIL PENELITIAN, MAKA DIHARAPKAN DAPAT MENGISI TABEL PENGOLAHAN DATA YANG KAMI SEDIAKAN DENGAN BENAR SEHINGGA PROSES UJI STATISTIK TIDAK MENGALAMI ERROR.

=====================================
PESAN KAMI... PENTING UNTUK DIBACA!!!
=====================================
IKUTILAH PETUNJUK/SARAN PEMBIMBING, JIKA TERJADI REVISI BERUSAHALAH SENDIRI SEMAMPUNYA, JIKA MASIH BINGUNG HUBUNGI KAMI.

LAKUKANLAH PENELITIAN DENGAN JUJUR, JANGAN MENGARANG HASIL PENELITIAN. JIKA MEMANG KESULITAN DALAM PENGOLAHAN DATA MAKA SILAHKAN HUBUNGI KAMI KARENA KAMI JUGA MELAYANI JASA PENGOLAHAN DATA.

KARENA ADA BEBERAPA PEMESAN KTI YANG BINGUNG DALAM PROSES PEMBAYARAN (PORSES TRANFER) MAKA SILAHKAN KLIK DI SINI UNTUK MENGETAHUI PANDUAN/CARA TRANFER.


====================================================

JUDUL KTI KEBIDANAN TERBARU!!!!

Senin, 01 Juni 2009

FAKTOR PENYEBAB SUAMI MEMILIH VASEKTOMI DAN TIDAK MEMILIH VASEKTOMI (ANALISIS KUALITATIF)

PENELITIAN TENTANG: FAKTOR PENYEBAB SUAMI MEMILIH VASEKTOMI
DAN TIDAK MEMILIH VASEKTOMI
(ANALISIS KUALITATIF)
Perkembangan penduduk saat ini terus mengalami peningkatan yang begitu pesat. Kesadaran dunia tentang bahaya pertumbuhan penduduk yang besar dan cepat telah mengundang pemimpin dunia untuk mempersoalkan penduduk dunia yang makin membahayakan, dunia semakin sempit pada hari hak asasi manusia 1967 dengan inti bahwa persoalan penduduk setiap negara merupakan masalah vital dalam kaitan dengan tujuan pembangunan untuk meningkatkan martabat manusia dalam arti luas (Manuaba, 1999: 205).
Berdasarkan estimasi yang diterbitkan oleh Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 milyar jiwa pada tanggal 26 Februari 2006. Dari sekitar 6,5 milyar penduduk dunia, 4 milyar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh negara berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia (meski Rusia juga terletak di Eropa). Sejalan dengan proyeksi populasi, angka ini terus bertambah dengan kecepatan yang belum ada dalam sejarah. Diperkirakan seperlima dari seluruh manusia yang pernah hidup pada enam ribu tahun terakhir, hidup pada saat ini. Pada tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk dunia akan mencapai 7 milyar jiwa. Badan Kependudukan PBB menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai tanggal dimana penduduk dunia mencapai 6 milyar jiwa, sekitar 12 tahun setelah penduduk dunia mencapai 5 milyar jiwa. (http://www.kompas.com/read/xml/2009).

Pada tahun 2007, menurut catatan Geohive (sebuah situs statisik kependudukan dunia) jumlah penduduk yang menghuni permukaan dunia hingga tanggal 30 Januari 2007 berjumlah 6.647.186.407 (enam milyar enam ratus empat puluh tujuh juta seratus delapan puluh enam ribu empat ratus tujuh) jiwa. Negara Indonesia berada di urutan ke-4 penduduk terbanyak dunia setelah Cina, India dan Amerika dengan jumlah penduduk sebanyak 236.355.303 jiwa (http://id.wikipedia.org/wiki/Populasi_dunia).
Jumlah penduduk Propinsi Lampung pada tahun 2007 telah mencapai 7.289.767 jiwa. Adapun jumlah penduduk Kota Metro dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1. Jumlah Penduduk Kota Metro
No Kecamatan Jumlah (Jiwa)
1 Metro Pusat 42.361
2 Metro Utara 19.470
3 Metro Barat 18.408
4 Metro Timur 27.010
5 Metro Selatan 11.199
Total 118.448
Sumber: Badan Statistik Kota Metro 2008.

Dari peningkatan jumlah penduduk yang cukup pesat seperti yang telah diuraikan di atas, maka pemerintah Indonesia khususnya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas program Keluarga Berencana. Program Keluarga Berencana selama lebih dari 30 tahun, telah berhasil menurunkan tingkat fertilitas 5,2 pada tahun 1975 menjadi hanya 2.6 per tahun 2002/2003. Sampai dengan tahun 2007 program KB terus mengalami peningkatan kualitas yang cukup baik.
Menurut Presiden Susilo Bambang Yudiyono, jumlah anak di kalangan lebih berpendidikan dan lebih mampu, rata-rata 2 orang anak. Sedangkan di kalangan keluarga kurang mampu mencapai rata-rata 3 orang anak. Sebagian masyarakat ada yang memiliki 4 sampai 5 anak, terutama yang tinggal di pedesaan dan pantai. Dikatakan, program Keluarga Berencana bukan hanya untuk membatasi jumlah penduduk semata – mata, tetapi di luar itu kita ingin membangun keluarga kecil keluarga bahagia dan sejahtera. (http://www.indonesia.go.id, 2009).
Faktor tersebut menjadi salah satu dasar dari kebijakan program KB yang lebih memfokuskan pelayanan KB kepada keluarga miskin. Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin akan pelayanan KB, adalah dengan cara memperluas akses pelayanan baik melalui jaringan pelayanan yang dipunyai pemerintah, maupun jaringan pelayanan swasta. Kebijakan tersebut dijabarkan antara lain kesepakatan bersama antara BKKBN dengan Muslimat Nahdatul Ulama (tahun 2004), Ikatan Bidan Indonesia (tahun 2004), Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat Muhammadyah/Aisiyah (tahun 2004), Kepolisian Negara Republik Indonesia (tahun 2004), dan Tentara Nasional Indonesia (tahun 2004). (http://www.bkkbn.go.id., 2009)


Tahun-tahun belakangan ini, banyak program-program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi tertarik kepada topik laki-laki. partisipasi pria dalam kb merupakan manifestasi kesetaraan gender, ketidaksetaraan gender dalam bidang KB dan Kesehatan Reproduksi yang sangat berpengaruh pada keberhasilan program. Sebagian besar masyarakat dan provider serta penentu kebijakan masih mengganggap bahwa penggunaan kontrasepsi adalah urusan perempuan. Oleh karena itu, peserta KB pria di Indonesia masih sangat rendah yaitu masih di bawah 2 persen. Meskipun rendahnya pengguna kontrasepsi berkaitan dengan pula dengan keterbatasan teknik kontrasepsi yang tersedia bagi pria, angka ini menunjukkan bahwa kepedulian pria terhadap keluarga berencana masih rendah. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2004-2009 salah satu indikator keberhasilan BKKBN adalah tercapainya kesertaan KB pria sebesar 4,5 persen pada tahun 2009 (http://www.bkkbn.go.id/gemapria/articl, 2009).
Vasektomi merupakan salah satu program KB yang diperuntukkan laki-laki. Vasektomi telah dikenal kurang lebih 100 tahun yang lalu. Penelitian dan percobaan pada binatang serta aplikasi pada manusia telah dilakukan oleh para ahli diseluruh dunia, para ahli tersebut antara lain; Sir Astley Cooper, Reginard Harrison 1893, Felix Guyon, Harry Sharp 1893, Wood 1900, Prous 1904, Eugene Steinach 1910. Di seluruh dunia jumlah peserta vasektomi kurang lebih 43 juta . Di Amerika 13 % dari jumlah Pasangan Usia Subur di negeri itu. Di Indonesia 1% dari total pengguna kontrasepsi. Di Jakarta tahun 2005 kurang lebih 960 akseptor. (http://www.geocities.com/klinikfamilia/vasektomi1.html, 2009)
Meskipun sudah dilakukan penyuluhan dengan berbagai metode, baik bekerjasama dengan instansi-instansi desa, maupun lewat media tetapi banyak target pemerintah yang belum tercapai. Hal ini dapat dilihat dari target BKKBN untuk program vasektomi hingga September 2007 sebanyak 1100 akseptor yang tercapai hanya 877 akseptor. Dari sekian banyak akseptor, yang masih menjadi peserta aktif hanya 1,85%.
Tabel. Jumlah PUS Menurut Kecamatan dan Alat Kontrasepsi yang Digunakan Tabel 2008
Kecamatan Jumlah Alat KB yang digunakan
Kondom IUD MOP MOW PIL Susuk/
Implant Suntik KB
Tradisional Jumlah
Metro Pusat 8,052 46 906 21 185 1,314 580 2,779 0 5,831
Metro Selatan 2,575 19 231 5 33 313 543 807 0 1,951
Metro Barat 3,951 41 348 12 95 644 457 1,270 0 2,867
Metro Timur 5,678 62 829 27 196 1,139 457 1,189 0 3,879
Metro Utara 4,871 14 451 19 129 1,479 526 1,217 0 3,835
Jumlah 25,097 182 2,745 84 638 4,889 2,563 7,262 0 18,363
% 0,99 14,95 0,46 3,47 26,62 13,96 39,55
Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Metro, 2008
Data di atas menunjukkan bahwa pelayanan metode KB khusus pria dengan vasektomi untuk Wilayah Kota Metro masih sangat rendah. Sebagaimana hasil pra survey yang peneliti lakukan pada 5 Kecamatan di Kota Metro ada dua Kecamatan yang masih sangat rendah peserta vasektomi yaitu Kec. Metro Selatan yang berjumlah 5 peserta (0,02%), dan Wilayah Metro Barat berjumlah 12 peserta (0,06%) dari 18.363 pasangan usia subur. Dari data tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif terhadap suami yang memilih metode vasektomi dan suami yang tidak memilih vasektomi di wilayah Kecamatan Metro Selatan untuk mengetahui secara mendalam mengenai sebab-sebab suami menggunakan metode vasektomi dan suami yang tidak menggunakan metode vasektomi.
bersambung...

0 komentar:

Poskan Komentar

RUANG KERJA

RUANG KERJA
Kerja Lembur Yang Melelahkan